Protein bar adalah makanan ringan yang populer dan mudah disiapkan yang menyediakan protein esensial bagi tubuh. Protein adalah nutrisi penting yang membangun dan meregenerasi otot, mendukung kekebalan tubuh, meningkatkan metabolisme, dan memberikan rasa kenyang. Protein bar ideal untuk sarapan kedua, setelah berolahraga atau sebagai alternatif yang sehat untuk makanan manis. Pada artikel ini Anda akan mempelajari apa itu protein bar, mengapa Anda harus memakannya, bagaimana memilih protein untuk menyiapkannya, bahan apa yang harus ditambahkan ke dalamnya, dan cara membuatnya di rumah. Kami juga akan menyajikan beberapa resep sederhana dan lezat untuk protein bar dengan rasa dan topping yang berbeda.
Apa itu protein bar dan mengapa Anda harus mengonsumsinya?
Protein bar adalah jenis makanan fungsional, yaitu makanan yang memiliki efek menguntungkan bagi kesehatan dan kesejahteraan. Protein bar mengandung persentase protein yang tinggi, yang merupakan bahan pembangun dasar tubuh. Protein sangat penting untuk pembentukan dan perbaikan sel, jaringan, dan organ. Protein juga terlibat dalam banyak proses metabolisme, hormonal, dan enzimatik. Protein juga merupakan sumber energi dan membantu menjaga kadar glukosa darah yang memadai. Protein bar memiliki banyak manfaat bagi mereka yang aktif secara fisik, khawatir dengan lingkar pinggang atau memiliki kebutuhan diet khusus. Berikut ini beberapa di antaranya:
Mereka menyediakan cara yang cepat dan mudah untuk menambah protein dalam makanan. Asupan protein harian yang direkomendasikan adalah sekitar 0,8 gram per kilogram berat badan untuk orang dewasa. Namun, bagi mereka yang berolahraga, ingin membangun massa otot atau mengurangi lemak tubuh, kebutuhan protein mungkin lebih tinggi. Protein bar dapat membantu mencapai tingkat protein yang cukup dalam makanan, terutama ketika tidak ada waktu atau kesempatan untuk menyiapkan makanan lengkap.
Protein membantu pemulihan otot setelah berolahraga. Protein sangat penting untuk memperbaiki cedera mikro otot yang disebabkan selama latihan. Mengkonsumsi protein setelah latihan akan mempercepat proses pemulihan dan mencegah katabolisme, yaitu kerusakan otot. Protein bar adalah cara yang mudah untuk menyediakan protein bagi tubuh segera setelah berolahraga.
Mereka meningkatkan rasa kenyang dan membantu mengendalikan nafsu makan. Protein adalah salah satu makronutrien yang paling mengenyangkan. Protein menghambat sekresi hormon ghrelin, yang merangsang rasa lapar, dan merangsang sekresi hormon peptida YY dan peptida mirip glukagon 1 (GLP-1), yang menandakan rasa kenyang. Protein bar dapat membantu mengurangi ngemil di antara waktu makan atau menggantikan camilan yang tidak sehat.
Mereka meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan. Protein tidak hanya penting untuk otot, tetapi juga untuk fungsi tubuh lainnya. Protein mendukung sistem kekebalan tubuh, saraf, endokrin, dan tulang. Protein juga penting untuk produksi antibodi, hormon, enzim, dan neurotransmiter. Protein bar dapat membantu memastikan kecukupan protein untuk fungsi tubuh yang tepat dan peningkatan suasana hati. Mereka adalah tambahan yang ideal untuk makanan yang mudah dicerna.
Bagaimana Anda memilih protein untuk protein bar?
Ada banyak jenis protein yang tersedia di pasaran yang dapat digunakan untuk membuat protein bar. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri dan bervariasi dalam hal komposisi, nilai gizi, rasa, tekstur, dan harga. Berikut ini adalah jenis protein yang paling populer dan karakteristiknya:
- Protein whey - adalah salah satu jenis protein yang paling umum digunakan. Ini adalah produk sampingan dari produksi keju. Whey protein memiliki nilai biologis yang tinggi, yang berarti mengandung semua asam amino esensial bagi tubuh. Whey protein cepat dicerna dan diserap oleh tubuh, yang meningkatkan pemulihan otot setelah latihan. Whey protein tersedia dalam berbagai bentuk, seperti konsentrat, isolat, atau hidrolisat. Mereka berbeda dalam tingkat pemurnian dan kandungan protein, laktosa, dan lemaknya. Whey protein memiliki rasa yang ringan dan larut dengan baik. Harganya juga relatif murah. Kerugian dari protein whey adalah dapat menyebabkan alergi atau intoleransi pada orang yang sensitif terhadap laktosa atau susu.
- Protein kasein - adalah jenis protein utama kedua yang berasal dari susu. Protein kasein juga memiliki nilai biologis yang tinggi dan mengandung semua asam amino esensial bagi tubuh. Namun, tidak seperti protein whey, protein kasein dicerna dan diserap secara perlahan oleh tubuh. Protein ini membentuk gel di dalam perut, yang secara bertahap melepaskan asam amino ke dalam aliran darah. Hasilnya, protein kasein memberikan rasa kenyang yang tahan lama dan menyediakan protein selama beberapa jam. Protein kasein direkomendasikan untuk dikonsumsi sebelum tidur atau dalam situasi di mana tidak memungkinkan untuk makan dalam waktu yang lama. Protein kasein memiliki konsistensi yang kental dan rasa yang sedikit seperti susu. Harganya juga lebih mahal daripada protein whey. Seperti protein whey, protein kasein dapat menyebabkan alergi atau intoleransi pada orang yang sensitif terhadap laktosa atau susu.
- Protein telur - adalah jenis protein lain dengan nilai biologis yang tinggi dan profil asam amino yang lengkap. Protein telur berasal dari putih telur ayam, yang dipisahkan dari kuning telur dan dikeringkan. Protein telur mudah dicerna dan diserap oleh tubuh, menjadikannya sumber protein yang baik setelah latihan atau di antara waktu makan. Protein telur memiliki rasa yang netral dan larut dengan baik. Ini juga aman untuk orang yang tidak toleran terhadap laktosa atau susu. Kekurangan dari protein telur adalah dapat menyebabkan alergi pada orang yang alergi terhadap telur atau bahan-bahannya.
- Protein kedelai - adalah salah satu jenis protein nabati yang paling populer. Protein kedelai berasal dari kacang kedelai yang dimurnikan, dikeringkan, dan diproses. Protein kedelai merupakan salah satu dari sedikit protein nabati yang memiliki profil asam amino yang lengkap dan nilai biologis yang tinggi. Protein kedelai mudah dicerna dan diserap oleh tubuh, sehingga menjadi sumber protein yang baik untuk vegetarian, vegan, dan orang yang alergi terhadap protein hewani. Protein kedelai juga memiliki efek menguntungkan pada kadar kolesterol, tekanan darah, dan kesehatan hormon. Protein kedelai tersedia dalam berbagai bentuk, seperti isolat, konsentrat, atau protein kedelai bertekstur (TVP). Protein kedelai memiliki rasa yang sedikit pedas dan mudah larut. Harganya juga relatif murah. Kerugian dari protein kedelai adalah bahwa protein kedelai mungkin mengandung anti-nutrisi seperti fitoestrogen, lektin atau penghambat tripsin, yang dapat mengganggu penyerapan nutrisi lain atau mempengaruhi keseimbangan hormon. Oleh karena itu, disarankan untuk membatasi asupan protein kedelai hingga 25 g per hari dan memilih produk bersertifikat non-transgenik.
- Protein beras - adalah jenis protein nabati lainnya. Protein beras berasal dari beras merah, yang mengalami proses enzimatik dan mekanis. Protein beras memiliki nilai biologis yang rendah dan tidak mengandung semua asam amino esensial bagi tubuh. Oleh karena itu, disarankan untuk menggabungkannya dengan protein nabati lainnya, seperti protein kacang polong atau protein rami, untuk mendapatkan profil asam amino yang lengkap. Protein beras mudah dicerna dan diserap oleh tubuh, sehingga menjadi sumber protein yang baik bagi orang yang alergi terhadap protein hewani atau intoleransi gluten. Protein beras juga memiliki efek menguntungkan pada kadar gula darah dan mencegah lonjakan insulin. Protein beras memiliki rasa yang netral dan mudah larut. Harganya juga relatif murah. Kerugian dari protein beras adalah bahwa protein beras mungkin mengandung jejak logam berat, seperti arsenik atau kadmium, yang dapat membahayakan kesehatan jika dikonsumsi dalam waktu lama.
- Protein kacang polong - adalah jenis protein nabati lainnya. Protein kacang polong berasal dari kacang polong kuning yang digiling dan dimurnikan. Protein kacang polong mengandung protein yang tinggi dan rendah lemak dan karbohidrat. Protein kacang polong mengandung hampir semua asam amino esensial bagi tubuh, kecuali metionin. Oleh karena itu, disarankan untuk menggabungkannya dengan protein nabati lainnya, seperti protein beras atau protein rami, untuk mendapatkan profil asam amino yang lengkap. Protein kacang mudah dicerna dan diserap oleh tubuh, menjadikannya sumber protein yang baik untuk orang yang alergi terhadap protein hewani atau intoleransi gluten. Protein kacang polong juga memiliki efek menguntungkan pada kadar kolesterol, tekanan darah dan kesehatan ginjal. Protein kacang polong memiliki rasa yang sedikit kasar dan larut dengan baik. Harganya juga relatif murah. Kerugian dari protein kacang polong adalah dapat menyebabkan kembung, gas, atau gangguan pencernaan pada beberapa orang.
Bahan apa yang harus ditambahkan ke protein bar?
Selain protein, banyak bahan lain yang dapat ditambahkan ke dalam protein bar untuk meningkatkan rasa, tekstur, nilai gizi, dan daya tarik visualnya. Berikut ini beberapa di antaranya:
- Serpihan gandum - adalah dasar dari banyak resep protein bar. Oatmeal kaya akan serat, karbohidrat kompleks, vitamin dan mineral. Serpihan oat memberikan energi, meningkatkan pencernaan, menurunkan kolesterol dan kadar gula darah serta mendukung sistem saraf. Serpihan oat menambah kerenyahan dan tekstur pada protein bar. Anda dapat menggunakan serpihan oat instan atau oat gunung, tergantung pada preferensi Anda. Anda juga dapat mengganti serpihan oat dengan sereal lain seperti gandum hitam, barley, atau millet.
- Buah kering - adalah tambahan populer lainnya untuk protein bar. Buah kering merupakan sumber gula alami, vitamin, mineral dan antioksidan. Buah kering menambah rasa manis, warna, dan rasa pada protein bar. Berbagai jenis buah kering dapat digunakan, seperti sultana, cranberry, aprikot, buah ara, kurma, atau mangga. Buah kering juga dapat dipotong kecil-kecil atau diblender menjadi pasta agar dapat menyatu lebih baik dengan bahan lainnya.
- Kacang-kacangan dan biji-bijian - adalah tambahan sehat lainnya untuk protein bar. Kacang-kacangan dan biji-bijian kaya akan protein, lemak tak jenuh, serat, vitamin dan mineral. Kacang-kacangan dan biji-bijian meningkatkan fungsi jantung, otak, dan sistem kekebalan tubuh. Kacang-kacangan dan biji-bijian menambah kerenyahan dan rasa pada protein bar. Berbagai jenis kacang-kacangan dan biji-bijian dapat digunakan, seperti almond, kenari, kacang mete, pistachio, bunga matahari, labu, atau chia. Kacang-kacangan dan biji-bijian juga dapat dipanggang atau diasinkan untuk mendapatkan rasa yang lebih baik.
- Sayang. - adalah pemanis alami lainnya untuk protein bar. Madu adalah sumber glukosa dan fruktosa yang cepat diserap tubuh. Madu juga memiliki sifat antibakteri, anti-inflamasi dan penyembuhan. Madu menambah rasa manis dan lengket pada protein bar. Berbagai jenis madu dapat digunakan, seperti akasia, jeruk nipis, soba, atau multi-bunga. Madu juga dapat diganti dengan sirup alami lainnya seperti sirup maple, sirup agave atau sirup kurma.
- Kakao - adalah tambahan lezat lainnya untuk protein bar. Kakao merupakan sumber magnesium, zat besi, kalium dan polifenol. Kakao meningkatkan suasana hati, konsentrasi dan daya ingat. Kakao menambah rasa dan warna cokelat pada protein bar. Anda dapat menggunakan bubuk atau keripik kakao. Kakao juga dapat diganti dengan bubuk perasa lain seperti carob atau lucuma.
- Rempah-rempah - adalah cara lain untuk menambahkan variasi pada rasa protein bar. Rempah-rempah dapat memengaruhi metabolisme, pencernaan, dan suasana hati. Rempah-rempah menambah rasa dan kepedasan pada protein bar. Berbagai macam rempah-rempah dapat digunakan, seperti kayu manis, kapulaga, jahe, vanili, kunyit atau lada. Rempah-rempah dapat ditambahkan ke dalam campuran bar atau ditaburkan di atas bar yang sudah jadi.
Bagaimana Anda menyiapkan protein bar di rumah?
Membuat protein bar di rumah sangatlah mudah dan tidak memerlukan keahlian atau peralatan khusus. Yang Anda perlukan hanyalah beberapa bahan dasar, mangkuk, sendok, pisau, dan loyang atau cetakan es krim. Berikut ini beberapa metode sederhana untuk menyiapkan protein bar di rumah:
Metode pencampuran - Ini adalah metode paling sederhana dan tercepat untuk menyiapkan protein bar. Metode ini melibatkan pencampuran semua bahan dalam mangkuk dan kemudian dibentuk dengan tangan atau cetakan. Bahan-bahan yang tidak perlu dipanggang atau dimasak, seperti bubuk protein, oatmeal, buah kering, kacang-kacangan, biji-bijian, madu, kakao, atau rempah-rempah, cocok untuk metode ini. Berikut adalah langkah-langkah metode ini:
- Dalam mangkuk besar, campurkan bubuk protein dengan oatmeal dan bahan kering lainnya. Anda dapat menggunakan sendok, pengocok atau mixer.
- Tambahkan madu dan bahan basah lainnya. Aduk rata untuk membuat pasta yang halus. Jika campuran terlalu kering, tambahkan lebih banyak madu atau pemanis cair lainnya. Jika campuran terlalu basah, tambahkan lebih banyak bubuk protein atau bahan kering lainnya.
- Lapisi loyang dengan kertas roti atau olesi dengan minyak. Pindahkan campuran ke loyang dan oleskan secara merata. Anda bisa menggunakan tangan, penggilas adonan atau spatula. Bentuk adonan menjadi persegi panjang setebal 2 cm.
- Tempatkan loyang di dalam lemari es setidaknya selama satu jam agar campuran mengeras.
- Keluarkan loyang dari lemari es dan potong adonan menjadi beberapa bagian. Anda dapat menggunakan pisau atau pemotong pizza. Simpan protein bar dalam wadah kedap udara di lemari es atau freezer.
- Alih-alih mencetak adonan di atas loyang, Anda juga bisa menggunakan cetakan es krim atau bentuk lainnya. Isi cetakan dengan adonan dan ratakan dengan jari atau sendok. Letakkan cetakan di dalam lemari es setidaknya selama satu jam dan kemudian keluarkan protein bar dari cetakan.
Metode memanggang - adalah metode lain untuk menyiapkan protein bar. Metode ini melibatkan pemanggangan campuran bar di dalam oven, yang membuatnya renyah dan merona. Bahan-bahan yang tahan terhadap panas, seperti bubuk protein, oatmeal, kacang-kacangan, biji-bijian, atau kakao, cocok untuk metode ini. Berikut adalah langkah-langkah metode ini:
- Dalam mangkuk besar, campurkan bubuk protein dengan oatmeal dan bahan kering lainnya. Anda dapat menggunakan sendok, pengocok atau mixer.
- Tambahkan madu dan bahan basah lainnya. Aduk rata untuk membuat pasta yang halus. Jika campuran terlalu kering, tambahkan lebih banyak madu atau pemanis cair lainnya. Jika campuran terlalu basah, tambahkan lebih banyak bubuk protein atau bahan kering lainnya.
- Lapisi loyang dengan kertas roti atau olesi dengan minyak. Pindahkan campuran ke loyang dan oleskan secara merata. Anda bisa menggunakan tangan, penggilas adonan atau spatula. Bentuk adonan menjadi persegi panjang setebal 2 cm.
- Letakkan loyang di dalam oven yang sudah dipanaskan dengan suhu 180 derajat Celcius dan panggang selama sekitar 15-20 menit hingga adonan berwarna kecokelatan dan mengeras.
- Keluarkan loyang dari oven dan dinginkan di atas wajan. Potong adonan menjadi beberapa bagian. Anda bisa menggunakan pisau atau pemotong pizza. Simpan protein bar dalam wadah kedap udara di lemari es atau freezer.
Metode memasak - adalah metode lain untuk menyiapkan protein bar. Metode ini melibatkan proses memasak campuran bar di dalam panci, yang membuatnya menjadi lembut dan lembab. Bahan-bahan yang larut dengan baik dalam air, seperti bubuk protein, gula, susu, atau selai kacang, cocok untuk metode ini. Berikut adalah langkah-langkah metode ini:
- Dalam panci kecil, rebus air dengan gula dan bahan manis lainnya. Anda bisa menggunakan gula putih atau gula merah, sirup maple, agave atau sirup kurma. Masak dengan api sedang, aduk sesekali hingga menjadi sirup kental.
- Tambahkan bubuk protein dan bahan kering lainnya. Anda dapat menggunakan whey, kasein, telur, kedelai, atau protein beras. Aduk dengan kuat agar tidak ada gumpalan yang terbentuk. Jika campuran terlalu kental, tambahkan lebih banyak air atau susu. Jika campuran terlalu encer, tambahkan lebih banyak bubuk protein atau bahan kering lainnya.
- Angkat panci dari api dan tambahkan selai kacang atau bahan berlemak lainnya. Anda dapat menggunakan selai almond, selai mete, selai kelapa atau tahini. Aduk rata untuk membuat pasta yang halus dan lengket.
- Lapisi loyang dengan kertas roti atau olesi dengan minyak. Pindahkan campuran ke loyang dan oleskan secara merata. Anda bisa menggunakan tangan, penggilas adonan atau spatula. Bentuk adonan menjadi persegi panjang setebal 2 cm.
- Tempatkan loyang di dalam lemari es setidaknya selama satu jam agar campuran mengeras.
- Keluarkan loyang dari lemari es dan potong adonan menjadi beberapa bagian. Anda dapat menggunakan pisau atau pemotong pizza. Simpan protein bar dalam wadah kedap udara di lemari es atau freezer.
Resep bar protein - inspirasi dan ide
Untuk memudahkan Anda menyiapkan protein bar di rumah, berikut ini adalah beberapa resep khusus untuk protein bar dengan rasa dan topping yang berbeda. Kami mencantumkan bahan-bahannya, cara membuatnya, dan nilai gizi masing-masing resep. Kami juga menyertakan foto-foto bar yang sudah jadi.
Bar protein cokelat
Bahan:
- 100 g whey protein rasa cokelat
- 100 g serpihan gandum
- 50 g kenari
- 50 g sultana
- 50 g bubuk kakao
- 100 ml madu
- 50 ml minyak kelapa
Metode implementasi:
- Dalam mangkuk besar, campurkan whey protein dengan oatmeal, kenari, sultana, dan bubuk kakao.
- Dalam panci kecil, panaskan madu dan minyak kelapa hingga tercampur.
- Tambahkan bahan basah ke bahan kering dan aduk rata hingga membentuk pasta yang lengket.
- Lapisi loyang dengan kertas roti atau olesi dengan minyak kelapa. Pindahkan campuran ke loyang dan oleskan secara merata. Anda bisa menggunakan tangan, penggilas adonan atau spatula. Bentuk adonan menjadi persegi panjang setebal 2 cm.
- Tempatkan loyang di dalam lemari es setidaknya selama satu jam agar campuran mengeras.
- Keluarkan loyang dari lemari es dan potong adonan menjadi beberapa bagian. Anda dapat menggunakan pisau atau pemotong pizza. Simpan protein bar dalam wadah kedap udara di lemari es atau freezer.
Nilai gizi (per batang):
- Kalori: 200 kkal
- Protein: 12 g
- Karbohidrat: 23 g
- Lemak: 8 g
Protein bar vanilla
Bahan-bahan:
- 100 g kasein protein rasa vanila
- 100 g serpihan gandum
- 50 g kacang almond
- 50 g cranberry
- 50 ml susu almond
- Sirup maple 50 ml
- 1 sendok teh ekstrak vanili
Metode implementasi:
- Dalam mangkuk besar, campurkan protein kasein dengan oatmeal, almond, dan cranberry.
- Dalam panci kecil, panaskan susu almond dengan sirup maple dan ekstrak vanila hingga tercampur.
- Tambahkan bahan basah ke bahan kering dan aduk rata hingga membentuk pasta yang lengket.
- Lapisi loyang dengan kertas roti atau olesi dengan minyak kelapa. Pindahkan campuran ke loyang dan oleskan secara merata. Anda bisa menggunakan tangan, penggilas adonan atau spatula. Bentuk adonan menjadi persegi panjang setebal 2 cm.
- Letakkan loyang di dalam oven yang sudah dipanaskan dengan suhu 180 derajat Celcius dan panggang selama kurang lebih 15 menit, hingga adonan berwarna kecokelatan dan mengeras.
- Keluarkan loyang dari oven dan dinginkan di atas wajan. Potong adonan menjadi beberapa bagian. Anda bisa menggunakan pisau atau pemotong pizza. Simpan protein bar dalam wadah kedap udara di lemari es atau freezer.
Nilai gizi (per batang):
- Kalori: 190 kkal
- Protein: 13 g
- Karbohidrat: 21 g
- Lemak: 6 g
Bar protein kelapa
Bahan-bahan:
- 100 g rasa kelapa putih telur
- 100 g serutan kelapa
- 50 g kurma
- 50 g biji chia
- 50 ml minyak kelapa
- Sirup agave 50 ml
- 1 sendok teh ekstrak kelapa
Metode implementasi:
- Dalam mangkuk besar, campurkan putih telur dengan serutan kelapa dan biji chia.
- Dalam panci kecil, panaskan minyak kelapa dengan sirup agave dan ekstrak kelapa hingga tercampur.
- Tambahkan bahan basah ke bahan kering dan aduk rata hingga membentuk pasta yang lengket.
- Alih-alih mencetak adonan di atas loyang, gunakan cetakan es krim atau bentuk lainnya. Isi cetakan dengan adonan dan ratakan dengan jari atau sendok. Letakkan cetakan di dalam lemari es setidaknya selama satu jam dan kemudian keluarkan protein bar dari cetakan.
Nilai gizi (per batang):
- Kalori: 210 kkal
- Protein: 11 g
- Karbohidrat: 18 g
- Lemak: 11 g
Bar protein kacang tanah
Bahan-bahan:
- 100 g protein kedelai rasa kacang-kacangan
- 100 g millet yang dipipihkan
- 50 g kacang mete
- 50 g selai kacang
- 50 ml susu kedelai
- Sirup kurma 50 ml
- 1 sendok teh kayu manis
Metode implementasi:
- Dalam mangkuk besar, campurkan protein kedelai dengan serpihan millet, kacang mete, dan kayu manis.
- Dalam panci kecil, panaskan selai kacang dengan susu kedelai dan sirup kurma hingga tercampur.
- Tambahkan bahan basah ke bahan kering dan aduk rata hingga membentuk pasta yang lengket.
- Lapisi loyang dengan kertas roti atau olesi dengan minyak kelapa. Pindahkan campuran ke loyang dan oleskan secara merata. Anda bisa menggunakan tangan, penggilas adonan atau spatula. Bentuk adonan menjadi persegi panjang setebal 2 cm.
- Letakkan loyang di dalam oven yang sudah dipanaskan dengan suhu 180 derajat Celcius dan panggang selama kurang lebih 15 menit, hingga adonan berwarna kecokelatan dan mengeras.
- Keluarkan loyang dari oven dan dinginkan di atas wajan. Potong adonan menjadi beberapa bagian. Anda bisa menggunakan pisau atau pemotong pizza. Simpan protein bar dalam wadah kedap udara di lemari es atau freezer.
Nilai gizi (per batang):
- Kalori: 200 kkal
- Protein: 12 g
- Karbohidrat: 20 g
- Lemak: 9 g
Bar protein buah
Bahan-bahan:
- 100 g protein beras rasa alami
- 100 g serpihan gandum hitam
- 50 g aprikot kering
- 50 g buah ara kering
- Jus jeruk 50 ml
- Sirup agave 50 ml
- 1 sendok teh ekstrak lemon
Metode implementasi:
- Dalam mangkuk besar, campurkan protein beras dengan serpihan gandum hitam, aprikot kering, dan buah ara kering.
- Dalam panci kecil, panaskan jus jeruk dengan sirup agave dan ekstrak lemon hingga tercampur.
- Tambahkan bahan basah ke bahan kering dan aduk rata hingga membentuk pasta yang lengket.
- Alih-alih mencetak adonan di atas loyang, gunakan cetakan es krim atau bentuk lainnya. Isi cetakan dengan adonan dan ratakan dengan jari atau sendok. Letakkan cetakan di dalam lemari es setidaknya selama satu jam dan kemudian keluarkan protein bar dari cetakan.
Nilai gizi (per batang):
- Kalori: 180 kkal
- Protein: 10 g
- Karbohidrat: 25 g
- Lemak: 4 g





